Sakit hati yang mendalam
Hari ke hari sudah ku lalui sakitnya itu sangat mendalam sekali sakit bkn ditinggalkan seorang kekasih tapi sakit karena saudara sendiri kembali ke rumahnya lagi. Rasa-rasa banyak sekali air mata yg jatuh mungkin udh ribuan air mata. Tapi kenyataan tak pernah mengubah keadaan karena sesuatu segalanya hanya titipan. Bukan tak ingin menolak takdir tapi entah mengapa sakit sekali rasa rasanya menyiksa bathinku. Sampai makanpun aku tak mampu. Banyak orang disekelilingku namun seakan tak ada. Entah sampai kapan perasaan menyiksa dan menyalahkan diri sendiri itu muncul. Padahal hal yang paling penting dlm hidup itu merawat diri dan menyayangi diri sendiri dengan sepenuh hati. Menerima kenyataan hidup yg pahit itu tak seperti menelan jamu yg seketika pahit langsung hilang. Entah bagaimana takdir itu berjalan saya tak tahu pasti setiap hari penuh kerahasiaan terkadang aku membenci diri namun itu tidak baik. Hanya mampu berdoa dan berpikir positif agar segala sesuatunya berjalan sesuai den...